Sabtu, 14 Januari 2023

Pulvis dan Pulvers



Alloww apa kabar semua? Ketemu lagi sama aku momo, semoga kalian sehat selalu ya, akhir nya aku bisa ngeblog lagi nih hihhiii. Kali ini momo akan menjelaskan seputar Farmasi lagi nih, Pulvis dan Pulveres akan menjadi pembahasan kita kali ini, dari kalian ada yang udah tau tentang Pulvis dan Pulveres belum?

Tanpa basa-basi momo akan menjelaskan materi tentang Pulvis dan Pulvers.

Sediaan serbuk dapat diserahkan dalam Pulveres (bentuk terbagi) atau Pulvis (tidak terbagi). Menurut Farmakope Indonesia IV (FI IV), Pulvis (serbuk) adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan dan ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakain luar. Serbuk oral tak terbagi terbatas untuk obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet, dan beberapa jenis analgesik tertentu, dan pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lainnya. Sedangkan Pulveres (serbuk terbagi/puyer) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot kurang lebih sama dan dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas lain yang cocok untuk sekali minum. (Ran, 2016)

Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukan. Pada pembuatan serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50°. Serbuk obat yang mengandung bagian yang menguap, dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok, setelah itu diserbuk dengan jalan digiling, ditumbuk dan digerus sampai diperoleh serbuk yang mempunyai derajat halus sesuai yang tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk. (Moh.Anief, 2015)

Derajat halus serbuk dinyatakan dengan nomor pengayak. Jika derajat halus suatu serbuk dinyatakan dengan 1 nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor tersebut. Jika derajat halus suatu serbuk dinyatakan dengan 2 nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat dapat melalui pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi. (Rgmaisyah, 2009)

Serbuk terbagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang kurang lebih sama yang dibungkus menggunakan bahan pembungkus yang cocok dan digunakan untuk sekali minum (dosis tunggal). Bahan pembungkus yang digunakan dapat berupa kertas perkamen  atau kapsul   disesuaikan  dgn usia dan kondisi pasien. Salah satu syarat serbuk bagi (pulveres) yang baik yaitu harus memenuhi persyaratan keseragaman bobot. (Rahayu, 2017)

Derajat kehalusan serbuk adalah ukuran kasar atau halusnya sebuah serbuk. Hal ini dapat ditentukan dengan menggunakan alat yang disebut sikat sedimen atau saringan. Sikat sedimen terdiri dari serangkaian saringan dengan lubang-lubang dengan ukuran yang bervariasi, dimulai dari yang terbesar hingga yang terkecil. Serbuk yang diuji akan ditaburkan di atas saringan terbesar, kemudian ditepuk-tepuk untuk membuang partikel-partikel yang terlalu besar untuk melewati lubang-lubang saringan. (Jimmy,2022)

Nomor Pengayak (nomor mesh) menunjukkan jumlah jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah dengan panjang kawat. Derajat Halus serbuk dinyatakan satu atau dua nomor.

·       Jika derajat halus serbuk dinyatakan 1 (satu) nomor berarti semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor tersebut, misal serbuk Sennae Folia (100).

·       Jika dinyatakan dengan  2 (dua) nomor, dimaksutkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak tertinggi, misal serbuk ekstrak manggis 22/60. (Moh.Anief, 2015)

Sekian, materi tentang pulvis dan pulveres yang momo jelasin, semoga materi ini bermanfaat buat kalian semua, terimakasih dan sampai jumpa lagi di blog momo selanjutnya, byebye all!

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Ahyari, J. (2022). Derajat kehalusan Serbuk.

Aisyah, R. (2019). Derajat Halus Simplisia/ Serbuk.

Arief, M. (2015). ILMU MERACIK OBAT. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

On, R. (2016). Pengertian Pulvis dan Pulveres Pada Ilmu Farmasi.

Rahayu, P., & Yusrizal. (2017). Keseragaman Bobot Resep Racikan Bagi (puvleres) Di Apotek Bandar Lampung Tahun 2017. Jurnal Analisis Kesehatan, 13-26.

 

 

 

 

Jumat, 30 Desember 2022

FARMASI

Allow teman-teman perkenalkan aku Monicha Widya Sari biasa dipanggil Momo, disini Momo mau menceritakan tentang pengalaman Momo selama di Farmasi. Oiya teman-teman Momo tau Farmasi itu dari Momo masuk SMK, dari mulai pendaftaran, MPLS, bahkan hari pertama masuk itu Momo belum tau apa-apa tentang Farmasi, lucu ya temen-temen daftar di SMK kesehatan dibagian Farmasi tapi gak tau soal Farmasi, karna itu kali ini Momo mau mengulas sedikit materi tentang Farmasi yang Momo dapet selama di SMK dan perkuliahan semester 1 ini.

 Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Kata Farmasi berasal dari kata “Pharmacon” yang merupakan Bahasa Yunani yang berarti racun atau obat. Farmasi adalah profesi Kesehatan yang meliputi kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, distribusi obat, informasi obat atau ilmu yang mempelajari segala seluk-beluk mengenai obat.

Sejarah farmasi dan kedokteran sangat dipengaruhi oleh para tokoh seperti Hippocrates (450-370 SM), Dioscorides (abad ke-1 M), dan Galen (120-130 M).

1.     Hippocrates (450-370 SM), seorang dokter dari Yunani yang sangat dihargai karena secara ilmiah memperkenalkan farmasi dan kedokteran. Selain itu, Hippocrates juga membuat sistematika dalam pengobatan, menyusun uraian tentang ratusan jenis obat-obatan dan dinobatkan sebagai bapak ilmu kedokteran.

2.     Dioscorides (abad ke-1 M), seorang dokter Yunani yang memiliki keahlian dalam bidang botani. Beliau juga adalah orang pertama yang menggunakan ilmu tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan dan kemudian menghasilkan karya dengan sebutan De Materia Medika. Dioscorides mengembangkan ilmu farmakognosi dan menghasilkan obat obatan yang dibuat seperti napidium, opium, ergot, hyosciamus, dan cinnamon.

3. Galen (120-130 M), seorang dokter dan ahli farmasi bangsa Yunani yang berkewarganegaraan romawi. Galen terkenal setelah menciptakan sistem pengobatan, fisiologi, dan patologi yang merumuskan kaidah-kaidah yang banyak diikuti selama 1500 tahun. Galen juga dinobatkan sebagai pengarang buku terbanyak di zamannya dan meraih penghargaan untuk 500 bukunya tentang ilmu kedokteran-farmasi serta 250 buku lainnya tentang filsafat, hukum, maupun tata bahasa. Hasil karyanya di bidang farmasi uraian mengenai penyediaan obat yang sekarang dikenal dengan sebutan farmasi galenic.

Ya teman-teman itu sekilas sejarah tentang Farmasi, Farmasi itu menyenangkan loh teman-teman, sebenernya menyenangkan nya waktu praktikum aja si ahahahha, kalo ga menyenangkan nya di bagian bikin laporan sementara, laporan akhir dan pretest nya huhhu, rasa cape nya kadang nyampe ga tidur buat begadang ngerjain laporan dan belajar buat pretest nya. Tapi selama Momo SMK di SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto dan sekarang kuliah di Universitas Harapan Bangsa , Momo bersyukur punya banyak teman dan punya banyak pengalaman. Sekian dulu blog dari Momo ya teman-teman selamat membaca, terimakasih and see u di blog selanjut nya bye-bye y’all!

Pulvis dan Pulvers

Alloww apa kabar semua? Ketemu lagi sama aku momo, semoga kalian sehat selalu ya, akhir nya aku bisa ngeblog lagi nih hihhiii. Kali ini momo...